BAB I
IMAN KEPADA QADHA DAN QODAR
A.
Kompetensi
Dasar
1.1
Meyakini
macam-macam takdir yang berhubungan dengan Qodho dan Qodar
1.1
Menampilkan
perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Qodho dan Qodar
1.1
Menunjukkan
bukti/dalil kebenaran akan adanya Qadha dan Qodar dan ciri-ciri
perilaku orang yang beriman kepadanya
1.1
Menyajikan
kisah-kisah dari berbagai sumber dalam fenomena kehidupan tentang Qodho dan
Qodar
B.
Indikator
Pencapaian Kompetensi
1.1.1
Menunjukkan keyakinan terhadap macam-macam takdir yang berhubungan dengan Qodho
dan Qodar
2.1.1 Terbiasa berperilaku
yang mencerminkan keimanan kepada Qodho dan Qodar Allah dalam
kehidupan sehari-hari
3.1.1 Menjelaskan Pengertian Qodho dan Qodar
3.1.2 Mengidentifikasi dalil aqli dan naqli
kebenaran Qodho dan Qodar
3.1.3 Menjelaskan macam-macam Qodho dan Qodar
3.1.4 Menunjukkan contoh
fenomena Qodho dan Qodar dalam kehidupan sehari-hari
3.1.5 Menjelaskan ciri-ciri perilaku orang yang
beriman kepada Qodho dan Qodar
4.1.1 Menceritakan
kisah-kisah dari berbagai sumber dalam fenomena kehidupan tentang Qodho dan
Qodar
1.
Pengertian Iman kepada Qodha dan Qodar
Menurut istilah Islam, yang dimaksud dengan Qadha
adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan iradah-Nya tentang
segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan Qadar arti qadar menurut bahasa
adalah: kepastian, peraturan, ukuran. Adapun menurut Islam Qadar adalah
perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar
dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya
2.
Macam-Macam Taqdir
a.
Takdir Mubram
Takdir Mubram adalah ketentuan Allah yang pasti berlaku pada manusia
dan tidak bisa dirubah . Seperti kelahiran atau kematian seseorang, datang nya
hari kiamat, jodoh dan jenis kelamin.
قُلْلاأَمْلِكُلِنَفْسِيضَرًّاوَلانَفْعًاإِلامَاشَاءَاللَّهُلِكُلِّأُمَّةٍأَجَلٌإِذَاجَاءَأَجَلُهُمْفَلايَسْتَأْخِرُونَسَاعَةًوَلايَسْتَقْدِمُونَ
(٤٩)
Artinya :
Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula)
kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah".
tiap-tiap umat mempunyai ajal[696]. apabila telah datang ajal mereka, Maka
mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula)
mendahulukan(nya) (Qs. Yunus ayat 49)
b. Takdir muallaq
Taqdir muallaq adalah ketentuan Allah yang dapat di ubah dengan usaha
dan ikhtiar , seperti kekayaan, kesehatan , dan kepandaian atau prestasi.
إِنَّاللَّهَلايُغَيِّرُمَابِقَوْمٍحَتَّىيُغَيِّرُوامَابِأَنْفُسِهِمْ
(١١)
Artinya :
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah
keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.(Qs. Ar-Ra’d ayat 11)
3.
Kewajiban Beriman Kepada Qodha dan Qodar
a.
Setiap muslim wajib beriman kepada Qadla dan Qadar. Pengingkaran
terhadap adanya Qadla dan Qadar berarti sikap kafir.
b.
Untung
ruginya seseorang hanya ada pada kekuasaan dan kehendak Allah. Maka hendaklah
kita selalu percaya kepada segala Qadla Allah, sabar atas segala cobaan yang
menimpa kita.
c.
Allah
menantang siapa saja yang tidak bisa menerima Qadla-Nya dengan ridla dan tidak
bisa bersabar atas segala cobaan yang diberikan kepadanya, supaya orang itu
mencari tuhan selain Allah.
4.
Ciri-Ciri Orang Yang Beriman Kepada Qodha dan Qodar
Orang yang beriman kepada qadla dan qadar harus memiliki sikap yang
positif dalam kehidupan sehari-hari.
Diantara ciri-ciri perilaku orang yang beriman kepada qada dan qadar
adalah :
a.
Senantiasa ikhtiar (berusaha) dalam mencapai keberhasilan
Manusia
seringkali tidak bisa mengelak atau menghindari suatu peristiwa, khususnya
peristiwa yang tidak diinginkan.Manusia juga selalu menginginkan kebaikan dan
keberuntungan berpihak kepada dirinya. Namun hal itupun belum tentu ia dapatkan,
upaya untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan dan upaya memperoleh
sesuatu yang diinginkan adalah dua hal yang harus dilakukan manusia. Maka dari
itu manusia harus wajib berikhtiar.
b.
Senantiasa tawakal kepada Allah SWT.
Selain berikhtiar, langkah selanjutnya untuk mencapai apa yang
diharapkan adalah bertawakal kepada Allah. Tawakal merupakan kesadaran diri
bahwa apapun upaya yang kita lakukan maka hasilnya adalah terserah keapada
Allah swt. Tawakal bisa diartikan sebagai penyerahan secara total atas usaha
yang telah dilakukan.
c.
Senantiasa bersikap tawadlu’ kepada kebesaran Allah SWT
Tawadlu merupakan sikap rendah diri.Orang yang beriman kepada qada
dan qadar Allah tidak patut berbangga atas keberhasilan usahanya.Sebab semua
kejadian yang ada di dunia ini atas kehendak Allah.
5.
Perilaku yang Mencerminkan Keimanan Kepada Qodha dan Qodar
a.
Melatih
diri untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah
b.
Mendidik
diri untuk ikhlas menerima kenyataan hidup dengan hati sabar dan tabah.
c.
Cukup
tenang dalam hidup ini, tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan
d.
Melatih
diri untuk sabar dan tabah saat usahanya belum berhasil
e.
Selalu
meyakini bahwa dari apa yang telah terjadi, pasti ada hikmahnya
6.
Manfaat Iman Kepada Qodha dan Qodar
a.
Sabar
dalam menghadapi cobaan dari Allah dan tawakal
b.
Pandai
bersyukur dan tidak mudah sombong. Orang yang beriman kepada qada dan qadar
akan selalu mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada
dirinya.
c.
Yakin
bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah, maka orang yang
percaya qadla dan qadar Allah akan menerima dengan kelapangan hati atas segala
yang menimpa dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar